All in Review

ReviewReviewReviewGet Karl! Oh Soo JungMar 10, '08 7:46 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Oh Soo Jung (Uhm Jung Hwa) memilih meninggalkan pacarnya, Go Man Soo (Oh Ji Ho) sebelum menuju altar, hanya gara-gara Man Soo gagal lulus ujian Fakultas Hukum.

Go Man Soo yang sakit hati berganti nama Karl Go dan menjadi pegolf profesional.

Karl yang dulu diremehkan oleh Oh Soo Jung karena tampangnya yang jelek dan gendut telah berubah menjadi lelaki tampan yang banyak diincar para wanita. Sedangkan yang terjadi pada Oh Soo Jung malah sebaliknya: perawan tua yang hanya mengejar pria-pria kaya.

Melihat Go Man Soo yang baru alias Karl, Soo Jung rela menelan ludahnya sendiri dan kembali mengejar Karl Go.

Karl sudah tidak sudi untuk menemui apalagi bertatap muka dengan Soo Jung yang materialistis, tapi ia ingin menguji ketulusan cintanya dengan menyewa Jeong woo Tak untuk berpura-pura sebagai orang kaya yang memikat hati Soo Jung.

My note:
Over all ceritanya bagus. Kocak banget apalagi di beberapa episode awal. Pas banget buat orang-orang yang hare gene masih suka picky. Sifat Soo Jung yang terkenal sok gengsi dan materialistis bisa berubah kalau dia sudah jatuh cinta. A very recommended serial!


ReviewReviewReviewI'm a Cyborg but That's OkMar 2, '08 2:55 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Seorang cewek bernama Young-goon merasa dirinya adalah seorang cyborg. Tubuhnya nyaris kurus kering karena tidak pernah makan makanan manusia, karena menurut dia cyborg tidak boleh makan makanan manusia. Baginya, batu baterai adalah makanan yang mampu me-recharge energinya. Untunglah ada Il-soon (yang diperankan oleh Rain), seorang cowok yang mampu mencuri skill, 'Kamis', bahkan rasa simpati yang dimiliki oleh Young-goon.

Di balik ketidakwarasan mereka berdua, ternyata Young-goon dan Il-soon bisa saling jatuh cinta. Emang ceritanya agak sedikit bikin ngantuk sih, tapi lumayanlah daripada nonton sinetron lokal...

- a very unique story -


ReviewReviewReviewiPod Classic 160GNov 14, '07 11:58 AM
for everyone
Category:Computers & Electronics
Product Type: Other
Manufacturer:  Apple
Secara ukuran 'otak' sih emang gede banget bahkan bisa melebihi kapasitas data PC dan laptop gue. Jadi berasa seperti punya external hard disc, nih. Kelebihannya yang lain adalah fitur cover flow yang bisa mainin lagu hanya dengan memilih cover albumnya aja. Keren sih, cuma ya itu...tuh kalo mau nambahin lagu/video suka nge-hang atau lama loading. Ah, payah deh! Udah 3 kali aja, data musik, foto, dan video gue raib gak jelas rimbanya pas nge-charge. Belakangan baru ketauan kalo ternyata lebih baik setting auto sync-nya via iTunes-nya di-uncheck, terus jangan banyak-banyak taruh pake cover flow biar dia gak gampang lemot. Dan 'jelek'-nya sampe sekarang masih belum ada software(bahkan freeware) yang compartible dengan iPod berkapasitas raksasa ini. Sebel!
Well, meski begitu...gue bersyukur banget karena akhirnya gue punya iPod juga sekarang.


ReviewReviewReviewReviewReviewBeowulfNov 14, '07 11:22 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
It's the best and perfect animated movie of the year...(after Ratatouille, of course). Gambarnya yang nyaris seperti asli dan mirip banget dengan aktor sebenarnya bikin gue berdecak kagum tanpa henti sepanjang film. Gila banget, Zemeckis lagi-lagi bikin gue terpukau... detail banget. Bahkan penampilan Angelina Jolie-nya pun sempat menipu cowok gue. Hahaha...hebat, hebat! Bravo for Beowulf. Gak bakal nyesel deh kalo nonton ini. Dan kalau bisa dibandingin dengan 300, ini jauh lebih keren. Sumpah! (walau gue tetap berharap Beowulf-nya adalah Gerard Butler, yang ternyata sudah pernah memerankannya di versi film manusianya)


ReviewReviewReviewReviewReviewThe PrestigeDec 1, '06 3:37 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Apa yang membedakan dunia sulap dengan SULAP? Tidak ada! Padahal jika Angier dan Borden mampu melihat dengan seksama, masing-masing rahasia mereka sebenarnya terlalu mudah untuk dilihat dan terlalu sederhana untuk disadari.
It is a must have seen movie!
Bener-bener menakjubkan dari awal sampai akhir. Bukan hanya karena keahlian mereka dalam adu pamer kehebatan sulap, tapi lebih pada penghayatan peran Jackman dan Bale yang begitu kuat. Demikian pula saat upaya saling menjatuhkan reputasi masing-masing, justru menggiring kita untuk tidak melakukan penilaian mana si protagonis dan mana si antagonis. Mana yang asli dan mana yang palsu. Baik Angier dan Borden, keduanya sama. Impas. Cuma saja, mereka masih belum puas untuk menunjukkan siapa yang terhebat. Sungguh hebat Christopher Priest meramu dunia sulap yang penuh trik fantastis dengan konsekuensi moral yang wajar dan beradab. Hadirnya Scarlett Johansson dan Michael Caine seolah ingin menyempurnakan gabungan duet film Batman Begins dan Scoop. Sungguh pertarungan alot antara Batman dan Wolverine yang sulit berakhir. Siapa yang akhirnya menang? We’ll never know….


ReviewReviewReviewReviewHowl's Moving CastleNov 30, '06 4:52 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Animation
Seorang gadis bernama Sophie baru saja memiliki pengalaman paling indah dan mengesankan ketika dia berkunjung ke rumah sepupunya, Lettie. Dia jatuh cinta dengan seorang laki-laki yang memiliki kekuatan sihir bernama Howl. Howl berjanji untuk selalu menjaga dan melindungi Sophie sampai kapan pun. Sejak saat itu, dia selalu memikirkan Howl dan ingin selalu bersama Howl. Namun impiannya terpaksa pupus karena Sophie dikutuk oleh seorang penyihir jahat yang membuat tubuh Sophie yang masih muda belia tiba-tiba menjadi seorang nenek tua renta. Dia lalu minggat dari rumahnya. Dalam pelariannya, dia bertemu dengan orang-orangan sawah yang bernama Turnip-head. Sebagai balas budi, Turnip-head menunjukkan sebuah istana berjalan (Moving Castle) yang ternyata milik Howl kepada Sophie untuk berlindung. Di dalam rumah tersebut, Sophie bertemu Calcifer (setan berwujud api bernyala merah) dan Markl, penjaga istana sekaligus penjual mantera-mantera sihir. Mereka awalnya tidak senang kedatangan Sophie yang menyelinap, tapi lama-kelamaan mereka seolah tak terpisahkan karena Sophie membawa semangat baru dalam istana berjalan. Howl ternyata juga senang dengan kehadiran Sophie yang gendut dan penuh keriput. Dia tahu bahwa Sophie adalah gadis cantik yang pernah dia tolong waktu itu. Di lain pihak, Calcifer yang selalu berada di tempat perapian menawarkan sebuah perjanjian dengan Sophie agar Sophie terbebas dari kutukannya karena Calcifer melihat jiwa dan hati murni Sophie yang penuh cinta. Apakah Sophie berhasil terbebas dari kutukannya dan meraih cinta yang dia impikan bersama Howl? Buat yang belum nonton, kamu harus tonton manga yang satu ini. Sangat klasik dan mengingatkanku pada cerita animasi Alice in Wonderland atau Peter Rabbit yang penuh warna-warna lembut.

Very Nice....terutama Howl (yang ganteng banget meski dia itu cuma tokoh cerita fiktif)


ReviewReviewReviewHauntedNov 30, '06 4:37 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Horror
Author:Chuck Palahniuk
Dua majalah (Playboy dan Addiction) telah me-reviewnya. Satu toko buku (aksara) telah menggodaku untuk membelinya. Namun, pesan-pesan dari si pembuat review membuatku berpikir ulang. JANGAN MEMBACA BUKU INI JIKA KAMU LAGI DEPRESI. Yup, itu yang akhirnya menghalangiku untuk membeli buku ini. Secara cover juga agak-agak freak-out dengan dua bola mata yang tengah membelalak seperti kaget. Terkejut. Ya, mungkin itu yang aku rasakan ketika aku membaca buku ini suatu hari. Aku harus siap-siap membelalakkan mataku setiap kali membaca tulisan atau kata-kata yang -katanya- menakjubkan sekaligus menakutkan dan menjijikkan itu. Mungkin tidak ada penulis yang bisa tenggelam dalam kemuraman dan kegelapan begitu dalam selain Chuck Palahniuk. Rasa kagum dan penasaranku pada novel ini masih terus menghantuiku hingga kini. Yeah…tunggulah aku saat tidak depresi atau pusing dengan kerjaan nanti. Lihat saja, belum baca aja aku kasih TIGA BINTANG....


ReviewReviewReviewReviewSegenggam HarapanNov 26, '06 8:21 PM
for everyone
Category:Other
di Femina no. 46/2006

-sori buat yang udah pernah baca...-
Kalau orang lain mungkin bilang, cerpen ini kok gombal banget ya....
Hmmm, iya sih, tapi ternyata gak gitu-gitu banget kok...


Tentang masihkah ada harapan akan datangnya masa depan.
Tentang Sara yang tiba-tiba ragu akan cintanya Lucas hanya karena genggaman tangan yang tidak biasa ia rasakan tepat sebulan menjelang hari pernikahannya.
Sangat ironis kalau sampai hal itu benar-benar terjadi. Mengingatkanku akan cerita yang pernah diceritakan oleh sang penulis tentang sepupunya yang akan menikah,
namun akhirnya malah batal. Mungkin dari situ dia mendapatkan inspirasinya.

Jadi teringat juga dengan melodrama di sinetron-sinetron seperti biasa. Cuma bedanya, di cerita ini, tidak dijelaskan secara verbal apakah Sara masih memakai cincin tanda pertalian hubungannya dengan Lucas. Paling tidak itu yang seharusnya ditunjukkan (kalau dalam sinema). Toh, sebuah hubungan yang penuh komitmen (baca: serius) bukan didasari oleh bundaran emas atau platina yang melingkar, kan?

Cerpen ini juga membuatku bertanya-tanya apakah nanti aku juga akan mengalami seperti itu. Melalui dilema dan ragu. Ah, mudah-mudahan saja tidak. Doakan saja....

Pesenku cuma satu:
semoga yang menulis cerpen ini segera menuju fase yang akan dilewati Sara dan Lucas, yakni PERNIKAHAN.

-Amin.....-


ReviewReviewReviewReviewClickNov 8, '06 1:27 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Sori agak telat nge-review.....

Bagi Michael Newman, kesuksesan (mungkin) adalah segalanya. Menjadi workaholic yang selalu hidup dibayang-bayangi oleh tekanan sana-sini telah menjadi suatu masa lalu ketika dia memiliki remote pengendali universal. Hidup yang semula membosankan dan mulai menyebalkan, bisa dia lewatkan dengan menekan tombol fast-forward, rewind, atau lainnya dengan mudah. Namun, memiliki remote pengendali tersebut ternyata harus dibayar dengan mahal oleh Michael. Bayarannya pun tak tanggung-tanggung: kebahagiaan bersama keluarga serta nyawa dirinya sendiri terenggut percuma karena saking banyaknya hal yang sudah dia lewatkan.
Kalau ada yang mengharapkan film ini konyol dan banyak adegan yang mengundang tawa, jangan harap banyak. Film ini murni drama. Pesan yang ingin disampaikan Click adalah untuk menyadarkan kita betapa pentingnya keluarga di samping kita saat senang maupun susah. Benar-benar mengharukan, terlebih saat Michael menyaksikan tayangan rewind waktu terakhirnya bertemu dengan sang ayah sebelum meninggal. Siapa yang tidak menitikkan air mata melihat momen kejadian “langka” yang akhirnya hanya bisa kita sesali seumur hidup?

It's so touchy story....


ReviewReviewFriends with MoneyNov 2, '06 2:29 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Berteman dengan uang, begitulah terjemahan lepasnya. Kalau saja tidak “berteman” dengan uang apakah hidup itu pun menjadi bahagia. Banyak pesan bermakna yang ingin disampaikan kepada kita lewat film ini, namun apa daya… penggalian semua karakter pemainnya yang sama kuat (Cusack-McDormand-Keener, tapi herannya si tokoh utama yang diperankan Aniston justru malah lebih tenggelam), terlalu banyak dialog, serta kurangnya dukungan background setting yang lebih mengena, membuat film ini berkesan “malas”. Kasarnya, film ini seolah tengah mengumpat “Terserah deh lu mau nonton apa nggak!” pada kita. Padahal, kalau bisa disimak, semuanya bermain nyaris sempurna dan sangat-sangat membumi. Kejadian seperti diceritakan dalam film ini mungkin saja ada di Amerika seperti yang terjadi dalam kehidupan kita. Namun, memang dasar Hollywood yang suka menjual mimpi dan utopia, film ini hanya sukses dilirik dan ditonton dalam ajang Sundance Film Festival sebagai film pembuka. Secara visualisasi, kita seperti disuguhkan sebuah reality show membandingkan kehidupan antara si kaya dan si miskin, dimana 3 teman yang kaya versus 1 teman yang miskin ini ternyata punya problem pelik masing-masing. Paling seru sih, ngeliat kelakuan Aniston yang mengoleksi botol sampel krim Channel, gila (sumpah gila banget!) ada orang macam itu. Selebihnya sih, kita yang menontonnya di DVD (atau malah ada yang di bioskop mungkin?) lebih banyak merutuk diri merasa rugi besar telah menonton film ini (ya iyalah…secara ending-nya super gantung gitu…). Kalau ada yang merasa untung (atau tetep rugi???), yah mungkin itu adalah sebagian orang yang penasaran ingin melihat akting serius Aniston jadi seorang pembantu rumah tangga saja.


ReviewReviewReviewReviewBlanketsSep 12, '06 1:11 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Craig Thompson
Craig dan Phil tidur satu ranjang. Dan setiap hari ada saja yang jadi biang keributan antara mereka sesaat sebelum tidur. Hukumannya....dikurung di kamar yang disebut "Cubby Hole". Kamar itu bau dan kotor. Dan Phil yang selalu kebagian mendiaminya. Yang diinginkan Craig sebetulnya hanya ingin tidur dengan tenang tanpa ada gangguan. Menelusuri jejak mimpinya menjadi seseorang yang mempunyai arti bagi dunia (bukan menjadi pecundang dan dianggap remeh oleh teman-teman sekolahnya). Mampu melindungi adik semata wayangnya, Phil dari serangkaian pelecehan yang telah ia alami. Dan, menemukan pelabuhan akhir dari tujuan hidupnya, menjadi seseorang yang berarti.

Craig sangat mencintai dunia grafis. Dengan menggambar dia mampu melampiaskan segala emosinya. Dan dia ingin mendalami bakat alami yang ia miliki itu. Namun, kedua orang tuanya memergokinya telah menggambar wanita tanpa busana di usianya masih kanak-kanak. Sejak saat itu, Craig merasa penuh dosa dan nyaris kehilangan pegangan hidup akhirnya memutuskan untuk mengikuti Church Camp di sekolahnya.

Di Church Camp, Craig bertemu dengan cinta pertamanya, Raina. Mulai dari sana, cinta jarak jauhnya semakin tak terbendung. Craig dan Raina seolah tak terpisahkan. Craig sampai berani berkunjung datang untuk menginap di rumah keluarga Raina. Keluarga Raina menerima kehadiran Craig dengan ramah dan terbuka. Namun kunjungan dua minggu Craig itu terpaksa harus berlalu. Craig kembali berkutat dengan kebimbangan batinnya. Manakah jalan yang dia pilih: menjadi seorang misionaris gereja atau orang yang masih gamang dengan pilihan hidupnya sendiri.

Pertama kali gue liat dan pinjam novel grafis ini dari Tasya, wah kok berat yah. Tapi ternyata itu cuma nampak luar aja. Pas kita mulai baca isi dari halaman ke halaman, mata dan emosi kita langsung terpaku dengan sajian gambar-gambar indah karya Craig Thompson yang sungguh berbeda dengan karya grafisnya di Nickoledeon. Penuturan jujur dan dalam begitu indah, sepadan dengan gambar-gambarnya.
Yang gue juga suka disini, ada beberapa bible quote yang membuat gue juga jadi inget sama Tuhan lagi. Ada kutipan yang begitu mengena juga pada diri gue (cuma sayangnya gue lupa tuh yang mana-abis bacanya cepet banget-). Masa lalu yang begitu kelam Craig menjadi seorang pecundang juga menyadarkan gue betapa beruntungnya hidup masa kecil gue dulu. Ternyata Blanket yang menjadi tema besar ceritanya ini ternyata justru memberi garis bawah pada kehidupan masa lalu Craig: masa kecil bersama Phil dan keintiman Craig dengan cinta monyetnya, Raina. Beautiful!
Sampai akhir cerita kita tak habisnya dibuat penasaran dengan kelanjutan kisah otobiografi Craig ini. Serasa masih ada yang kurang menggigit dan membuat gue menutup novel ini dengan penuh senyum kelegaan. But, most of all...Blanket is very worth it!

Compare with ---> this!


ReviewReviewReviewShe's The ManSep 1, '06 11:02 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Belom ditonton aja, gue sempet ribut-ributan sama cowok gue gara-gara doi ngotot dengan jalan cerita versinya sendiri. Padahal gue yakin banget cerita gak begitu. Gue tau banget, karena gue pernah baca di website comingsoon.net. Yah well, setipikal dengan romance comedy remaja lainnya, selalu ada rahasia di awal lalu terbongkar rahasianya menjelang akhir cerita.

Viola yang gemar bermain sepak bola tak mau dianggap remeh oleh tim sepak bola cowok di sekolahnya. Caranya, apalagi kalo bukan menyamar menjadi kakaknya di sekolah lain. Di sekolah Sebastian palsu itu, dia bertemu Duke, teman sekamarnya yang ganteng dan sangat-sangat suka dengan Olivia, cewek yang diam-diam ternyata menaruh hati pada “Sebastian”. Tak hanya itu, Sebastian juga dihadapkan masalah dikejar-kejar oleh Monique, cewek yang sudah diputusinya.
Jujur aja sih, yang menarik di cerita ini cuma di bagian penyamaran Amanda Brynes jadi cowok dan kisah cinta segitiga yang cukup unik antara Viola/Sebastian-Duke-Olivia.
Gak gitu greget di bagian romance, tapi sedikit banyak lucu…


ReviewReviewShopgirlSep 1, '06 11:00 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Dilema cinta Mirabelle, seorang pramuniaga sarung tangan wanita di department store Sac’s. Mana yang harus dia pilih? Ray Porter, duda separuh baya yang mapan, atau Jeremy, pemuda bernasib pas-pasan yang baru memulai karir dalam sebuah band.

Good luck for Mr. Steve Martin karena kesuksesannya dalam menggiring novel karyanya ke dalam sebuah film. But too bad…film ini garing abis. Rada ngebosenin plot ceritanya. Bayangin aja, di opening gue langsung sukses tertidur pulas. Banyak scene dan obrolan yang gak penting disini. Tadinya gue kira film ini termasuk film komedi, tapi setelah nonton…serius abis booooo. Boro-boro bikin gue giggles. Senyum aja kagak. A little bit annoying buat gue karena figur Ray yang begitu memanjakan Mirabelle diperankan sendiri oleh Martin. Justru gue gak melihat dia sebagai orang yang lovable. Maybe kalo yang meranin Richard Gere, Tom Hanks, atau Mel Gibson, masih agak gue terima. But him??? A Big NO-NO!!! Image doi sebagai actor komedi yang kental itu jadi agak-agak mengganggu flow cerita deh….


ReviewReviewReviewReviewReviewAfricaJul 10, '06 10:22 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Jazz
Artist:Toto
All of their songs are lovable...
Deep...
Beautiful...
One of my favorite is this: AFRICA

I hear the drums echoing tonight
But she hears only whispers of some quiet conversation
She's coming in twelve-thirty flight
Her moonlit wings reflect the stars that guide me towards salvation
I stopped an old man along the way
Hoping to find some old forgotten words or ancient melodies
He turned to me as if to say: "Hurry boy, it's waiting there for you"

[Chorus:]
It's gonna take a lot to drag me away from you
There's nothing that a hundred men or more could ever do
I bless the rains down in Africa
Gonna take some time to do the things we never had

The wild dogs cry out in the night
As they grow restless longing for some solitary company
I know that I must do what's right
Sure as Kilimanjaro rises like Olympus above the Serengeti
I seek to cure what's deep inside, frightened of this thing that I've become

[Repeat chorus]

[Instrumental break]

Hurry boy, she's waiting there for you

[Repeat chorus]


ReviewReviewReviewReviewReviewBatman BeginsJul 10, '06 12:09 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Oke....gue telat banget nge-review dan nonton filmnya...
Tapi semua pasti setuju kan kalo prekuel ini emang bagus dari segi cerita?

Kalo boleh gue perbandingkan dengan cerita komik Batman lainnya, gue suka banget dengan Batman Begins ini.
Dramatis banget pemaparannya...
Gue baru mengerti kenapa Bruce Wayne cuma hidup berdua dengan Alfred, pelayannya yang setia.
Kenapa dia memilih bersembunyi di balik topeng kelelawar, lalu menjalani dua dunia yang sangat bertolak belakang.
Berbeda dengan superhero lain, dia malah nggak berusaha mati-matian menutupi identitas aslinya dari teman masa kecilnya, Rachel Dawes.
Memiliki janji untuk melindungi kota Gotham dari para musuh, bekerjasama dengan Gordon (seorang polisi) dan Fox (ahli mesin dari Wayne Enterprise dan penemu alat-alat yang dipakai oleh Batman nantinya).
Jujur aja film ini nggak secanggih dan sekeren film-film Batman terdahulu (terlihat dari level musuh yang dilawan Batman yang masih terlihat "raw"), tapi untuk mengangkat sisi manusiawi dari seorang Batman sekaligus Bruce Wayne...film ini bagus banget.

And of course...I love this line to quote:
"It's not who I am underneath, but what I *do* that defines me."


ReviewReviewReviewInsaniquariumJul 5, '06 4:54 AM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Other
Console:PC Games
Games ikan ini bener-bener bikin pegel tangan kanan gw deh. Capek ngeklik sana-sini. Kasih makan, beli ikan baru, ambil poin, huahhhhh....kebayang gak sih...
Pas awal gue main games ini cuma iseng aja karena gue udah bosen main games yang lain pas akhir minggu kalo gue pulang ke rumah. Seru dan lucu, tapi lama-lama jadi ngebosenin dan bikin gue gak sabar untuk cepet tamat. Abis dari level tank pertama sampe yang terakhir gitu-gitu aja. Gak banyak tantangan, cuma mengasah ketangkasan tangan gue.


ReviewReviewReviewSuperman ReturnJul 3, '06 9:37 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Semoga para MPers gak “jera” membaca review-review tentang film ini.

Gak tau kenapa gue antusias banget menonton film ini, sampai rela antri dua kali di tempat yang sama. Padahal gue tuh bukan seorang fans Superman, apalagi Brandon Routh (tapi emang harus gue akui, dia ganteng banget!!!). Gue hanya “termakan” oleh ajakan-ajakan dari berbagai pihak yang pengen nonton ini. Heran banget, kenapa justru gue yang dikira mengompori temen-temen gue buat nonton di EX jam 18.00. Padahal gue tadinya mo nonton berdua aja sama cowok gue lho di Djakarta Theatre jam 20.15. And then… Jadilah gue menonton rame-rame sampai ber-8: Gue-Paul-mbak Muti-Dion(ini bukan adek gue, lho!)-mbak Santie-Tasya-Anne-and Ari.Oh NO!!! What a BIG guilty…

Pas film dimulai, gue jadi inget waktu di teater 3D Dufan tentang galaksi dan planet-planet. Tapi untung kursinya gak ikut gerak-gerak. Asli mabok deh kalo begitu, secara kepala gue puyeng banget.

Kalo kemaren ini Manda sempet bete karena ada bapak-bapak yang out of manners dengan celotehnya yang annoying. Dari awal sampai akhir, gue harus dealing dengan suara anak kecil yang gak henti-hentinya bertanya pada papa-mamanya. “What’s he doing?” or “What’s he doing that?” Boro-boro gue bisa enjoy nonton. Gue minum atau makan roti aja gak tenang karena anak kecil annoying itu nendang-nendang bagian belakang kursi gue terus-terusan. Pengen nabokin aja tuh anak, tapi sialnya dicegah sama cowok gue dan ortunya buru-buru minta maaf.

Oke…film dimulai. I know it seems too much. Bayangin aja, 2 ½ jam boooo. Tapi, kalo gue boleh jujur…film ini biasa banget buat gue. Masih lebih baik nonton serial Lois & Clark dan Smallville daripada filmnya. Gak ada greget. Gak ada emosi. Gak ada pesan moral apapun buat kita. Just entertain our (girls’ and gays’) eyes to look how gorgeous Brandon Routh is. Kate Bosworth as Lois Lane? Gue lebih suka dia dengan rambut blonde lurus ketimbang brunette ikal seperti itu. Soalnya dia jadi keliatan tua banget.

Sori, gue jadi agak sedikit kecewa menontonnya...expectation gue terlalu ke "X-Men" or "Spiderman".


ReviewReviewReviewDominoJun 18, '06 11:34 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Bayangkan jika kamu adalah orang kaya dan memberi nama anakmu seperti permainan kartu kecil alias domino. Hidupnya pasti akan dipenuhi perjudian, antara hidup dan mati.

Menjadi pemburu bayaran, ternyata lebih pas dalam hati Domino ketimbang jadi aktris atau model seperti kedua orang tuanya. Dia rela meninggalkan semua kemewahan yang otomatis telah dia dapat sebagai anak tunggal dengan pribadi yang pemberontak dan penuh kekerasan bersama Ed dan Choco. Bertiga, Domino nggak pernah takut dalam menghadapi bahaya, bahkan kematian sekalipun.
Tak ada akhir yang tragis. Justru kekerasan fisik dan hati yang sedari awal ditonjolkan dalam karakter Domino malah jadi melunak karena cintanya pada Choco, sayangnya pada ibu, jiwa sosialnya pada Lateesha, istri dari Clairmont, sang pengumpan misi-misinya.

Yang menarik di sini, tentu saja penampilan Keira yang total banget dalam menjalani perannya sampai adegan panas di suatu padang rumput pun dia lakukan.
Over all, lumayan lah…meski gue ada sedikit terganggu dengan aksen Keira yang masih British, jadi kesannya kurang Amerika jadinya. Di film ini, ada juga Macy Gray, Mena Suvari, Christopher Walken, dan Lucy Liu yang mewarnai kisah Domino yang merupakan kisah nyata ini.


ReviewReviewBee SeasonJun 18, '06 11:01 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Kids & Family
Entah apa yang menjadi daya tarik dalam film drama keluarga ini. Dari awal sampai akhir cerita, gue nggak berhenti mengerutkan kening saking bingung dengan karakter dan flow cerita yang sebenarnya pengen diangkat. Mau cerita tentang Saul (Richard Gere) sebagai seorang ayah yang obsesif dengan kemampuan putrinya, Elly (Flora Cross) dalam hal mengeja? Miriam (Juliette Binoche), sang ibu yang menderita kleptomania terhadap benda-benda yang mengandung unsur kaca atau kristal? Atau kebimbangan batin Aaron (Max Minghella) dalam menemukan pegangan hidup serta keberadaan Tuhan pada dirinya di agama Hindu? Gue bener-bener nggak ngerti. Semua seolah berjalan sendiri-sendiri tanpa ada benang merah yang jelas. Cerita yang ditawarkan terlalu ngambang, sehingga penjiwaan karakter setiap tokoh yang mestinya kuat jadi kehilangan pamor. Kadang ada flashback nggak penting, kadang ada adegan yang cukup penting menurut gue jadi nggak menggigit sama sekali. Salah satunya, adegan dimana Elly memejamkan mata untuk berusaha menemukan huruf-huruf yang sedang ia eja dalam kompetisi mengeja. Kalau nih film mau keliatan hebat…oke…but please bikin efek yang lebih mengena dong pas Elly mengeja. Jangan main potong sekenanya, sampe kita yang nonton bener-bener kecewa…yah…segitu aja? Mana kata-kata yang Elly bisa eja? Katanya hebat…kok ngejanya lama…??? Itu tuh sempet bikin gue kesel banget. Kalau mau tau, kenapa film ini dikasih nama Bee Season? Ya itu karena film ini menceritakan tentang keikutsertaan Elly dalam kompetisi spelling bee (mengeja). That’s why! But still…film ini nggak ngasih solve yang cukup berarti buat gue…yang ada makin ngambang aja.


ReviewReviewReviewReviewReviewDear FrankieJun 15, '06 9:24 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Si 9 tahun Frankie tak pernah menyalahkan ibunya atas segala kekurangan permanen yang dimilikinya. Tak punya lidah yang fasih berbicara, telinga yang mampu mendengar, serta ayah yang bisa mengajaknya ke pertandingan bola. Lizzie, sang ibu, malah menciptakan figur ayah yang selalu pergi berlayar untuk Frankie lewat berkirim surat.

Meski Frankie memiliki keterbatasan komunikasi dalam percakapan antara dia dan ibunya, Frankie tetap yakin bahwa ayahnya yang pelayar akan segera datang. Dan Frankie sungguh percaya bahwa suatu hari ayahnya itu akan datang untuk menepati janji-janji seperti yang ditulisnya dalam surat.

Saat kapal ayahnya akan segera berlabuh di Irlandia, Frankie spontan merasa girang karena akhirnya harapannya terkabul. Namun sayang, Frankie tidak tahu bahwa ayah sebenarnya tidak pantas menjadi ayah kandung Frankie. Tak kurang akal, Lizzie akhirnya menyewa seorang asing yang tak punya masa lalu, masa kini, dan masa depan untuk dijadikan ayah Frankie dalam waktu 1 hari.

Pada awalnya, rencana Lizzie ini berjalan sangat lancar. Namun, si orang asing itu malah semakin dekat dan akrab dengan Frankie dan berhasil meyakinkan Lizzie bahwa dia adalah sesosok ayah yang paling tepat untuk anaknya. Lizzie pun mengalami dilema kompleks. Antara kejujuran dan kebohongan, manakah jalan yang Lizzie pilih untuk anak semata wayangnya? Betapa kebohongan itu tak selalu berakhir manis, menurut gue Dear Frankie -yang katanya berakhir sedih itu- malah menyuguhkan ending film yang cukup manis meski nggak banyak orang yang menyadarinya.


Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help